Pattimura Menilai Kebijakan Pemerintah yang Masih Mempertahankan Impor Beras Sangat Merugikan Petani

0

Skalapost (SK).
Pemerintahan – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Pattimura menilai kebijakan pemerintah yang masih mempertahankan impor beras sangat merugikan petani dan memberikan dampak negatif terhadap perekonomian daerah.

Menurutnya, impor beras secara tidak langsung menyudutkan posisi petani di tengah gencarnya program pemerintah untuk mampu meraih kembali swasembada pangan yang pernah disandang Indonesia pada era tahun 80-an.

“Impor beras membawa konsekwensi terhadap turunnya harga gabah di tingkat petani, disinsentif bagi petani untuk meningkatkan produktivitas padi, mengurangi cadangan devisa dan ketergantungan terhadap pangan luar negeri,” ucapnya, Selasa (23/3/2021) malam.

Menurut Pattimura, soal beras memang selama ini memerlukan pembenahan data antar sektor instansi yang berwenang. Simpang siur informasi dan data mengenai kebijakan impor beras justru menjadi blunder dan tak mencapai sasarannya untuk pendukung ekonomi negara Indonesia.

Padahal, sambung politisi Gerindra itu yang diharapkan dari kebijakan oleh sebuah pemerintahan adalah menjaga stabilitas ekonomi, dalam kasus beras stabilitas harga pangan dalam negeri.

“Contoh, ketika saat ini produksi beras cukup dan impor masuk, maka banjir beras di pasar. Jika harga beras di pasar turun lalu harga diterima petani tidak menutupi biaya produksi, di musim panen mendatang petani jadinya tidak mau lagi menanam padi,” Serunya.

Lebih lanjut dikatakan Pattimura, pelaksanaan impor tanpa analisa dan studi yang mendalam, apalagi stok beras di pasaran cukup, maka secara hukum ekonomi akan membuat harga menurun. Imbasnya jangka panjang terhadap petani adalah kesejahteraan yang rendah sebab mengecilnya angka pendapatan dari pekerjaannya.

“Makanya yang menerima dari dampak besar diberlakukannya impor ketika masa produksi atau masih sedang panen adalah petaninya sendiri sebagai produsen utama beras. Jika petani tak memperoleh margin atau insentif dari subsektor padi yang ditanamnya, maka membuka kemungkinan mereka pindah untuk menanam komoditas pertanian lainnya sehingga Indonesia ke depannya akan minim produksi beras,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Yusirwan; Perlu Kerjasama Pemerintah dan Masyarakat Dalam Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Pattimura menyatakan Partai Gerindra Lampung akan meminta pemerintah daerah untuk meninjau dan mengkaji ulang kebijakan impor beras karena dapat menekan harga jual hasil panen petani serta membuat mental petani akan tertekan karena merasa kurang dihargai jerih payahnya selama ini. (Ys).

Facebook Comments