Klarifikasi Persoalan Satgas Gojek dan Driver Gojek Lampung

0

Skalapost (SK).
Bandar Lampung – Terkait pemberitaan yang sempat beredar di media massa beberapa hari yang lalu, tentang diduga adanya pemukulan oleh Satgas Gojek terhadap drivernya (Gojek) yang terjadi didepan Kantor PT. Gojek Indonesia Provinsi Lampung, pada hari Jumat (8/10/2021). Dan berujung pelaporan atas penganiayaan ke Mapolresta Bandar Lampung.

Herwan Agus Suhendra (Erwan) Satgas Gojek ketika dimintai konfirmasinya oleh awak media pada. Menerangkan kronologis kejadian berawal ketika mitra drivernya yang bernama Tomo Sumitro warga jalan Pulau Buton Raya, Kelurahan Jagabaya III kecamatan Wayhalim Kota Bandar Lampung menelpon dirinya dan menanyakan serta meminta jatah pendaftaran VIP (jalur khusus) mitra baru PT. Gojek Indonesia Lampung. kamsis, (14/10/21).

“Dengan bang Erwan ya, masih ada gak bang pendaftaran akun Gojek lewat jalur VIP,” ujar Tomo dalam sambungan teleponnya.

Mendapati telepon seperti itu, Erwan selaku Satgas mengarahkan Tomo Sumitro untuk datang langsung ke kantor Gojek.

Selang beberapa waktu kemudian, datanglah Tomo ke kantor PT. Gojek Indonesia Provinsi Lampung.

Saat tiba di kantor, Erwan mengajak Tomo masuk kedalam kantor, namun Tomo menolak masuk.

Karena mendapati sikap Tomo yang menolak masuk untuk dijelaskan, Erwan langsung menanyakan perihal pertanyaan Tomo disambungan telepon sebelumnya.

“Siapa yang bilang ada pendaftaran jalur VIP,” ucap Erwan kepada Tomo dalam ceritanya.

Namun Tomo hanya menjawab “Dari temen driver dijalan,” timbalnya.

Karena sebagai Satgas, Erwan hanya tahunya pendaftaran secara online lewat aplikasi GoPartner, dan tidak ada lewat jalur VIP.

Lalu Erwan kembali mendesak Tomo untuk mengatakan sumber isu jalur VIP itu darimana, dan Tomo tidak bisa menjelaskan.

Karena Tomo tidak bisa menjelaskan, lalu Erwan memperingatkan dengan menyentuh pipi kiri Tomo dengan tangan kirinya, sembari mengatakan “Lain kali kalo gak ada bukti, jangan asal berucap”, cerita Erwan.

BACA JUGA:  BIDDOKKES Polda Lampung Laksanakan Bhakti kesehatan Polri Dalam Rangka Hari Bhayangkara

Dan sebelum Tomo meninggalkan kantor PT. Gojek Indonesia Lampung, Tomo dan Erwan sempat bermaafan.

Dari kejadian tersebut, Erwan membantah jika ada penganiayaan atau pemukulan yang dilakukan olehnya terhadap mitra driver.

“Jika saya memukul atau menampar Tomo didepan kantor, pasti sudah heboh siang itu. Karena didepan kantor saat itu sedang ramai, ada management, ada anak-anak yang magang dan ada juga mitra driver lainnya,” ucap Erwan saat ditemui di kantornya.

Erwan mengakui kesalahannya, “Saya bersalah saat itu, tapi saya tidak menganiaya dia. Saya agak terpancing emosi karena saudara Tomo bukan bertanya melainkan men-_just_ dan meminta jatah kuota VIP,” jelasnya.

“Karena jalur VIP itu memang tidak ada, lagipula Tomo sudah punya akun Gojek. Buat apa dia menanyakan hal itu”, kata Erwan.

Saat ditanya mengenai dia sudah dilaporkan Tomo ke Mapolresta Bandar Lampung, Erwan menjawab “Iya saya tau info kalo sudah dilaporkan dari group WhatsApp,” pungkasnya.

Dan sampai berita ini dimuat Erwan menyampaikan belum mendapatkan panggilan dari Polresta Bandar Lampung. Tutupnya. (Orba/20).

Facebook Comments