Bandar Lampung – RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pengembangan kompetensi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dokter. Program ini dilaksanakan oleh Direktorat Keperawatan, Pelayanan dan Penunjang Medik sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit.
Dalam kegiatan pembinaan tersebut, Wakil Direktur Keperawatan, Pelayanan dan Penunjang Medik RSUDAM, dr. Yusmaidi, Sp.B., KBD, mewakili Direktur RSUDAM dr. Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes, memimpin langsung proses pengembangan kompetensi yang difokuskan pada penyusunan rancangan kinerja serta inovasi pelayanan kesehatan berbasis kebutuhan rumah sakit.
Menurut dr. Yusmaidi, pengembangan kompetensi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan klinis sekaligus manajerial para CPNS dokter agar mampu berkontribusi dalam peningkatan mutu layanan kesehatan di rumah sakit.
“Melalui program ini, CPNS dokter diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan klinis yang baik, tetapi juga mampu mengidentifikasi berbagai permasalahan pelayanan di unit kerja dan menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, para CPNS dokter diarahkan untuk menyusun rancangan kinerja yang selaras dengan tugas pokok pelayanan dokter, indikator mutu pelayanan rumah sakit, serta standar pelayanan minimal di bidang kesehatan. Beberapa contoh kegiatan yang menjadi fokus dalam rancangan kinerja tersebut antara lain peningkatan kepatuhan pengisian rekam medis, optimalisasi edukasi pasien, peningkatan skrining penyakit tertentu, serta perbaikan alur pelayanan pasien.
Selain itu, CPNS dokter juga diwajibkan menyusun program aktualisasi atau proyek perubahan yang berfokus pada penyelesaian masalah nyata di lapangan. Program ini mencakup berbagai upaya seperti optimalisasi edukasi bagi pasien penyakit kronis, peningkatan kepatuhan penggunaan antibiotik secara rasional, penguatan skrining penyakit menular, hingga peningkatan komunikasi antara dokter dan pasien.
Setiap program yang dirancang dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah pelayanan, penyusunan rencana aksi, implementasi di unit pelayanan, serta monitoring dan evaluasi hasil yang dilakukan secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, Direktorat Keperawatan, Pelayanan dan Penunjang Medik juga mendorong para CPNS dokter untuk menciptakan inovasi pelayanan kesehatan yang sederhana namun memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.
Beberapa inovasi yang dikembangkan di antaranya peningkatan pemanfaatan Electronic Medical Record (ERM), pengembangan digitalisasi sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS), edukasi pasien berbasis media digital, penerapan checklist keselamatan pasien sebelum tindakan medis, sistem pengingat kontrol bagi pasien penyakit kronis, serta program skrining penyakit secara aktif di unit pelayanan.
Inovasi-inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pasien, efisiensi pelayanan, serta kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan rumah sakit.
Untuk memastikan program berjalan optimal, RSUDAM juga melakukan pendampingan intensif melalui pembimbingan oleh dokter senior, monitoring terhadap implementasi inovasi, serta evaluasi terhadap capaian kinerja CPNS dokter.
Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit secara berkelanjutan.
Melalui program pengembangan kompetensi ini, manajemen RSUD Dr. H. Abdul Moeloek berharap para CPNS dokter tidak hanya berkembang sebagai tenaga medis yang profesional, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih inovatif, efektif, dan berkualitas bagi masyarakat Lampung.
RSUD Abdul Moeloek Kembangkan Kompetensi CPNS Dokter, Dorong Inovasi Pelayanan Kesehatan
Facebook Comments









