BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Provinsi Lampung menjadi pusat hilirisasi pangan nasional sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.
Menurut Gubernur, potensi sumber daya pertanian yang melimpah di Lampung perlu didukung pembangunan industri pengolahan agar komoditas unggulan daerah memiliki nilai tambah dan manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat menerima kunjungan kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Jumat (24/7/2026).
“Kami ingin membangun dari desa. Pertumbuhan ekonomi harus terjadi di desa, uang harus berputar di desa, dan seluruh potensi pertanian yang dimiliki Lampung harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Gubernur.
Gubernur menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi Lampung perlu diarahkan pada penguatan sektor pertanian yang terintegrasi dengan industri pengolahan. Dengan demikian, komoditas pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Strategi hilirisasi tersebut diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di wilayah perdesaan.
Selain itu, pengembangan industri berbasis komoditas lokal diharapkan dapat memperkuat rantai pasok pangan dan meningkatkan daya saing produk unggulan Lampung di pasar nasional maupun internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Rachmat Pambudy mengapresiasi strategi hilirisasi yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Lampung. Dukungan terhadap perencanaan pembangunan daerah menjadi bagian penting untuk menyelaraskan potensi dan prioritas pembangunan Lampung dengan agenda pembangunan nasional.
Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diperlukan agar perencanaan pembangunan dapat berjalan terarah, terintegrasi, serta memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.
Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan yang dapat dikembangkan melalui penguatan industri pengolahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur pendukung. Pemanfaatan potensi tersebut membutuhkan perencanaan yang matang dan kerja sama berbagai pemangku kepentingan.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap dukungan pemerintah pusat dapat memperkuat pelaksanaan program hilirisasi, mulai dari peningkatan produktivitas pertanian hingga pengembangan industri yang mampu menyerap hasil produksi petani secara berkelanjutan.
Melalui strategi pembangunan yang berorientasi pada potensi lokal, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa sebagai basis produksi pangan.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjadikan Lampung sebagai salah satu penggerak hilirisasi pangan nasional sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.









