Skalapost(sk)
Deli Serdang-Berita ini sempat menjadi perhatian masyarakat Desa Perdamean dan menyebabkan dinonaktifkannya Kepala Desa yang Bersangkutan,sampai sekarang masih menjadi pertanyaan masyarakat tentang hal tersebut
Beberapa waktu yang lalu awak media berhasil menghubungi pihak keluarga dari Js (wanita yang ada di foto bersama kades Perdamean).Dan bersedia memberikan klarifikasi masalah yang sebenarnya.
Akhirnya awak media Skala post berhasil menemui JS dan bersedia memberi klarifikasi tentang masalah tersebut dan JS juga bersedia membuat surat pernyataan,yang intinya beliau sangat keberatan dengan berita yang beredar tanpa klarifikasi kepadanya,dan dalam surat tersebut sangat jelas keterangan yang JS berikan ,dan JS juga memberikan surat pernyataan tersebut kepada awak media untuk di baca dengan seksama.
Adapun pertemuan tersebut dilakukan disuatu tempat , sekira pukul 21.00wib,
Ketika awak media menanyakan kebenaran prihal foto yang tersebar di Media Online dan media sosisal,JS menerangkan bahwa foto tersebut benar diambilnya secara iseng dengan tujuan bercanda
“Foto tersebut benar 3 tahun lalu saya ambil secara iseng dengan tujuan bercanda bang”kata JS kepada awak media,”foto tersebutlah yang menjadi salah paham antara saya dan suami,namun sudah saya jelaskan kepada suami dengan mengundang pak THS(red)sekaligus menyampaikan maaf kepada beliau(THS)atas kelancangan saya memotret tanpa sepengetahuan beliau(THS) pada saat itu persoalan Foto sudah selesai dan suami saya pada saat itu sudah menerima penjelasan dari saya dan pak THS,”terang JS kembali kepada awak media.
Bagaimana suasana kebatinan anda pada saat ini,tanya awak media kepada JS.”saya sagat menyesalkan dan tidak menerima isu-isu dan tuduhan suami saya HS terhadap diri saya dan bapak THS,saya juga menyesalkan pemberitaan di media yang menuduh saya berbuat keji tanpa konfirmasi ke saya,”terang JS lagi dengan nada kesal.
JS juga memohon maaf kepada THS atas kekhilafannya mengambil Foto tanpa sepengetahuan THS,JS juga berharap kepada para pihak pengambil keputusan tentang permasalan ini,agar lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.
“Sampaikan maaf saya kepada bapak THS dan bapak-bapak disana yang mengambil keputusan agar lebih arif dan bijaksana,”pinta JS kepada awak media dengan mata yang berkaca-kaca,dan bergegas meninggalkan tempat pertemuan tersebut.
Selang beberapa saat JS menghubungi awak media lewat sambungan telepon genggam menyampaikan pesan dan terisak-isak.
“Bang tolong ya sampaikan hal yang sebenarnya”pinta JS di ujung telepon dengan nada berat dan terbata-bata dan akhirnya terdengar suara tangisan di ujung telepon.
Keesokan harinya awak media coba meghimpun keterangan prihal masalah tersebut kepada tokoh masyarakat Desa Perdamean,Beberapa tokoh yang dimintai keterangan menyatakan hampir senada,bahwa hal tersebut ada kaitannya dengan Pilkades beberapa waktu lalu.
“Betul bang,sebelum pilkades pun sudah beredar berita tersebut melalui grup WA warga Perdamean,”terang salah seorang tokoh yang berinisial Sy(50).
Dan untuk memastikan informasi ini,dicoba untuk menghubungi THS langsung melalui sambungan telepon.(26/07/2022)
“Itu yang sebenarnya terjadi,apa yang dijelaskan saudari JS benar adanya”terang THS singkat.
Disinyalir hal ini mencuat kembali karena ketatnya kontestasi Pilkades beberapa waktu lalu.
Dan pantauan awak media,sudah dua kali masyarakat dan tokoh masyarakat melakukan aksi ke pemkab dan ke DPRD Deli Serdang,yang intinya meminta agar saudara THS di aktifkan kembali menjadi Kepala Desa Perdamean.
Informasi juga di dapat bahwa “Js” telah melayangkan surat pernyataan yang ditanda-tanganinya dan dibubuhi materai ke para pihak yang berwenang menanganinya.Dengan harapan menjadi bahan pertimbangan yang adil.(Ht)









