KPW BI Lampung Gelar Webinar UMKM Pembukuan Sederhana Melalui Aplikasi SIAPIK

0

Skalapost (SK).
Ekonomi – Tau ngga sih kalo roda perekonomian Indonesia itu banyak didukung oleh UMKM, dengan jumlah yang lebih dari 65 juta pelaku usaha, kontribusi UMKM pada ekonomi Indonesia pun tentunya sangat besar.

Tapi sayangnya, pemahaman UMKM terhadap sistem manajemen administrasi masih rendah.
Ternyata baru sekitar 20% dari total UMKM di Indonesia yang paham dan menyusun sistem administrasi keuangannya.

Padahal sudah ada aplikasi sistem pembukuan sederhana loh, namanya SIAPIK.
Hayooo, udah pernah pakai SIAPIK untuk UMKMmu, Atau jangan-jangan malah samasekali belom pernah dengar,

Pelatihan Pembukuan Sederhana menggunakan Aplikasi SIAPIK ini diselengarakan oleh KPw BI Provinsi Lampung, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Karya Kreatif Lampung 2021
Bertemakan *#UMKMLampungBegawi.

Narasumber dari webinar ini,
1. Dr. Sudrajat, SE, M.ACCC., AKT – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNILA.
2. Nasakti Nasution – Konsultan PUMKM dan Duta SIAPIK.
3. Dwi Puspita Sari – GenBI/ Duta SIAPIK.

UMKM memiliki posisi strategis sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru ditengah kondisi ekonomi yang melambat, yaitu dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 55,6%. Disisi lain, 99,9% dari total unit usaha di Indonesia berskala UMKM dan mampu menyerap 97,05% tenaga kerja secara nasional.

Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016 oleh BPS, diketahui bahwa jumlah usaha mikro kecil mencapai lebih dari 770 ribu usaha atau 99,17 persen dari total usaha non pertanian di Lampung.

Usaha ini juga mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 1,67 juta orang atau sekitar 87,81 persen dari total tenaga kerja non pertanian.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan memaparkan, saat ini UMKM masih dihadapkan pada sejumlah tantangan yaitu tantangan korporatisasi, tantangan kapasitas, maupun tantangan pembiayaan.

BACA JUGA:  Sinergi OJK, Pemprov dan Lembaga Jasa Keuangan Wujudkan One Village One Agent

Solusi menghadapi tantangan pembiayaan antara lain dilakukan melalui penguatan pembiayaan UMKM, Pemanfaatan infrastruktur keuangan dan Peningkatan literasi keuangan UMKM.

“Masih banyak UMKM yang tidak membuat laporan keuangan, sehingga kinerja keuangan usaha atau bisnis relatif tidak terukur dan pada akhirnya menghadapi kendala dalam mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan atau bank,” papar Budiharto saat webinar UMKM terkait Pembukuan Sederhana melalui Aplikasi SIAPIK

Facebook Comments