Jodhi Yudhono Berikan Arahan Terhadap Ketua PW Lampung

0

Skalapost (SK)
Lampung – Menggali potensi Pewarta serta obralan santai ketua-ketua Lampung bersama ketua umum Dewan Ikatan Wartawan Online (DPP-IWO) Pusat, Jodhi Yudhono di Hotel Kurnia Perdana di Jl. Raden Intan No.114, Pelita, Kec. Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Selasa (25/08/2020).

Dalam kesempatan tersebut Jodhi memberikan arahan pewarta bukan hanya urusan jurnalistik tapi urusan peradaban dan kemanusiaan maka semuanya itu juga bagian dari gerakan yang bisa mengobati kerusakan umat manusia.

“Sekarang adalah kebudayaan politik sudah terbukti tidak berhasil membenahi membuat manusia menjadi lebih baik ekonomi juga gitu, agama itu juga dipertanyakan oleh peradaban tidak mampu memberikan solusi untuk kehidupan bukan agamanya barangkali karena para petinggi-petinggi agamanya para pengelola organisasi agamanya yang bermain, baiklah kegagalan-kegagalan ini sekarang itu kita berharap banyak pada yang namanya kebudayaan,” ucap Jodhi.

Menurutnya jurnalis harusnya memang menjadi jalan-jalan pikiran kawan-kawan untuk memperbaiki kemanusiaan untuk memanusiakan manusia dan kemanusiaan, dengan dengan cara memerintahkan yang baik memberitakan yang benar, tidak mendapatkan pesanan dari siapapun pesanan dari masyarakat pesanan dari moral.

“Saya kira yang bisa jadi acuan kita semuanya, jadi makanya kan sembilan elemen itu siapa namanya itu selalu kebenaran selalu harus membela kebenaran, kebenaran itu ya kebenarannya rakyat,” jelasnya.

Lanjut dia, “caranya masyarakat kebenarannya bangsa gitu loh terus ada cek n ricek ada verifikasi, verifikasi itu adalah formulasi untuk menguji kecerdasan wartawan bagaimana tidak verifikasi itu adalah mencoba apakah berita kabar ini benar atau tidak terus untuk menguatkan sebuah berita itu seorang wartawan tanpa dituntut pengetahuan, makanya ia harus memiliki referensi referensi buku referensi narasumber dan lain sebagainya inilah yang harus dijunjung tinggi oleh kawan-kawan wartawan agar dia menjadi agen perubahan umat manusia Indonesia,” tambahnya.

BACA JUGA:  Wagub Chusnunia Ajak Kader Muslimat NU Lanjutkan Perjuangan Menjaga Bingkai NKRI

Kebudayaan itu adalah upaya manusia untuk memperbaiki hidupan manusia untuk memperpanjang jalan kebudayaan itu banyak hal, agama, kesenian ada hukum teknologi, kebudayaan maka ciri-ciri umat manusia yang beradab itu adalah ketika ada harmonisasi antara Agama, Politik, Teknologi, Kesenian termasuk Sastra di dalamnya itu harus jadi satu kesatuan dan penghargaan tertinggi untuk manusia.

“Itu adalah penghormatan atau saling menghargai itu kira-kira apa rupanya yang pengin kita (IWO) tuju itu adalah memperbaiki kemanusiaan dan peradaban bukan sekedar tulis-menulis tapi saya bermimpi jauh ke depan ituloh 10 langkah yang mungkin tidak dimiliki oleh organisasi profesi lainnya karena mungkin mereka tidak konsen di bidang peradaban manusia, terbuktikan sekarang bawa demikian cepatnya berubah saya bilang bahwa sekarang ini adalah zaman media yang personal media pribadi yang muncul, media sekarang media-media besar itu sudah mulai mengencangkan ikat pinggang bahkan sebagai jajannya sudah berhenti,” paparnya.

Makanya kita bermimpi untuk menjadi imajinasi kita melangkah jauh supaya kita nanti yang akan membawa estafet perubahan, media itu jangan sampai tidak bermimpi, bermimpilah setinggi-tingginya berpikir tanpa batas bekerja dengan cerdas tujuannya.

“Mari kita bermimpi setinggi-tingginya tapi juga harus bekerja dengan cerdas bekerja dengan cerdas itu ada membaca siapa kita semua ini sedang bergerak ke mana Dan kita jangan sampai ketinggalan kita harus ada di depan mulailah untuk tidak sekedar mengcopy paste informasi, yang datang pada kita karena itu memang pekerjaan yang paling enak tapi itu membuat kita menjadi bodoh copy paste itu membodohkan kita, kita harus cek n ricek,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Riko Amir berterima kasih atas arahnya dari ke Ketua IWO Pusat, “Kami sangat berterimakasih dengan arahan Pak Jodhi, semoga dengan arahan seperti ini dapat bermanfaat bagi teman-teman semua Khususnya para anggota IWO, karena menurut saya di era digital ini kita harus benar-benar bisa menjadi jurnalis yang bisa independen dan gak boleh memuat berita Hoax,” ucap Riko mewakili seluruh Ketua IWO se-Lampung. (*)

Facebook Comments