IKA PMII Lampung Tegaskan Independensi Kader Menyikapi Pemberian Kartu Anggota Kehormatan KAHMI kepada Gubernur Lampung

0

Bandar Lampung – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Lampung menyampaikan pernyataan sikap terkait pemberian Kartu Anggota Kehormatan oleh KAHMI kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang juga dikenal sebagai kader PMII.
Dalam pernyataannya, IKA PMII Lampung menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi kader dan marwah organisasi di tengah dinamika yang berkembang.
IKA PMII menegaskan bahwa PMII merupakan organisasi kader yang menjunjung tinggi nilai-nilai independensi, intelektualitas, dan integritas dalam setiap pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara. Karena itu, setiap kader diharapkan tetap memegang teguh nilai-nilai dasar organisasi, meskipun mendapatkan penghargaan atau pengakuan dari organisasi lain.
Terkait pemberian status Anggota Kehormatan KAHMI kepada Rahmat Mirzani Djausal, IKA PMII Lampung menilai hal tersebut merupakan hak dan kewenangan organisasi yang bersangkutan. Namun demikian, pemberian status tersebut tidak menghapus identitas, proses kaderisasi, maupun tanggung jawab moral yang melekat sebagai kader PMII.
Di sisi lain, IKA PMII Lampung juga menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan KAHMI kepada Rahmat Mirzani Djausal sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kepemimpinannya selama menjabat sebagai Gubernur Lampung.
Selain itu, IKA PMII Lampung menegaskan tetap menghormati hubungan historis dan kekeluargaan dengan berbagai organisasi alumni dan kemasyarakatan, termasuk KAHMI, sembari menjaga posisi PMII sebagai organisasi yang independen dan tidak berada di bawah kepentingan organisasi maupun kelompok tertentu.
IKA PMII Lampung juga mengingatkan agar setiap kader PMII yang mendapat amanah sebagai pejabat publik senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, kebangsaan, keadilan, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan golongan.
Menutup pernyataannya, IKA PMII Lampung mengajak seluruh kader untuk tidak menjadikan dinamika tersebut sebagai ruang polarisasi. Sebaliknya, perbedaan pandangan diharapkan menjadi momentum memperkuat ukhuwah, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta semangat kolaborasi demi kemajuan Lampung dan Indonesia.
“Pernyataan sikap ini merupakan bentuk komitmen IKA PMII Lampung dalam menjaga marwah organisasi, menghormati kebebasan berserikat, serta memperkuat pengabdian kader kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” demikian bunyi pernyataan resmi IKA PMII Lampung. (RIL).

Facebook Comments
BACA JUGA:  M. Alzier Dianis Prediksi Mirza- Jihan Peroleh 60% Suara