BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung mendorong generasi muda untuk meningkatkan literasi keuangan sebagai bekal dalam mengambil keputusan ekonomi, mengembangkan usaha, hingga memanfaatkan peluang investasi secara aman dan produktif.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Lampung Financial Festival 2026 di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut berlangsung selama dua hari, yakni 5–6 September 2026. Berbagai kegiatan diselenggarakan dalam festival ini, mulai dari edukasi dan diskusi keuangan, pameran dan stan layanan, hingga hiburan bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani menyampaikan bahwa pemahaman mengenai keuangan semakin penting dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, keuangan bukan hanya menjadi urusan sektor perbankan maupun regulator, tetapi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hampir seluruh aktivitas kehidupan sehari-hari.
Literasi keuangan diperlukan agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu memahami cara mengelola pendapatan, menyusun anggaran, membangun kebiasaan menabung, serta mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan keuangan.
Selain itu, pemahaman keuangan yang baik dapat menjadi modal bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi secara bertanggung jawab. Dengan pengetahuan yang memadai, mereka diharapkan dapat membedakan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan serta lebih waspada terhadap penipuan berkedok investasi.
Lampung Financial Festival 2026 menjadi salah satu wadah edukasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh layanan keuangan, memahami peran lembaga keuangan, serta memperoleh informasi mengenai pengelolaan keuangan yang bijak.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya literasi keuangan. Peningkatan pengetahuan tersebut diharapkan turut mendukung tumbuhnya kewirausahaan, memperkuat kemandirian ekonomi generasi muda, dan mendorong masyarakat mengambil keputusan keuangan secara lebih cermat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat, upaya peningkatan literasi keuangan di Lampung diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah.









