Alasan Fundamental Memilih RMD

0

Skalapost – Lampung tak lagi membutuhkan pemimpin yang biasa-biasa saja. Yang hanya sekedar bisa membangun. Kini Lampung butuh pemimpin yang bisa melakukan lompatan kemajuan.

Untuk sekedar memiliki pemimpin yang bisa membangun, tak butuh kriteria khusus. Juga tak butuh kejelian dan ketelitian untuk memilihnya. Cukup lihat mana calon yang paling bisa pencitraan, paling bisa dan banyak berjanji, atau didukung cukong. Meski sudah lewat usia produktifnya atau pensiunan maka dipastikan bisa membangun.

Lampung memiliki kekayaan yang luarbiasa, baik sumberdaya alam maupun sumberdaya manusia. Memiliki garis pantai yang sangat panjang membentang dari pesisir Kalianda sampai Krui. Memiliki potensi perkebunan mulai dari karet, sawit, kopi, lada hingga tebu. Tapi semua ini belum bisa dimaksimalkan agar memiliki daya ungkit kemajuan Lampung.

Untuk bisa menjadikan semua potensi itu pijakan melakukan lompatan, maka Lampung membutuhkan pemimpin muda, berani mengambil kebijakan cepat dan tepat, melek teknologi, paham ekonomi, jeli membaca peluang, visioner, berpolitik merangkul, tidak reaksioner dan anti kritik, banyak mendengar dan bukan cuma mau didengar, banyak kerja bukan cuma banyak bicara, bisa bersinergi dengan pemerintah pusat, dan tentunya riligius.

Dari semua nama bakal calon Gubernur Lampung yang beredar belakangan ini, Rahmad Mirzani Djausal (RMD) yang paling lengkap memiliki kriteria itu.

RMD kandidat paling muda tapi bukan karbitan. Ia muda sarat pengalaman. RMD muncul ke permukaan panggung politik bukan karena keturunan pejabat atau anak orang berpangkat, RMD muncul dari proses panjang yang tekun dijalaninya. Mulai dari berkiprah di organisasi-organisasi pengusaha, olahraga, keagamaan, hingga kini memimpin Partai Gerindra Lampung. Mulai jadi caleg, terpilih jadi anggota DPRD, hingga kini didorong banyak pihak jadi kandidat gubernur.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Lepas Calon Jamaah Haji Provinsi Lampung

RMD juga memiliki manajemen kepemimpinan yang rapi, efektif dan piawai. Terbukti selain sukses sebagai pengusaha muda, RMD juga selalu sukses memajukan organisasi-organisasi yang dipimpinnya. Termasuk hanya dalam 2 tahun memimpin Partai Gerindra Lampung, berhasil menjadi pemenang di Pileg 2024 dan memenangkan Prabowo-Gibran di Lampung dengan perolehan suara yang besar.

RMD juga anak muda yang melek teknologi, ini bisa dilihat dari jejaknya dalam bisnis ekonomi digital. RMD merupakan satu-satunya (kalau tidak salah) kandidat Gubernur Lampung yang sejak dulu sudah berinvestasi dalam bidang bisnis digital dan ekonomi kreatif, seperti kepemilikannya pada salah satu tim e-sport Nasional. Tim E-Sport milik RMD sudah malang melintang menjuarai berbagai turnamen.

Sebagai seorang pengusaha muda sukses, tentu tak perlu diragukan lagi pemahaman RMD pada bidang ekonomi. RMD bukan hanya paham, tapi juga menyelaminya sehingga sangat mengerti semua potensi ekonomi di Lampung yang bisa dikembangkan. Bahkan RMD juga sangat fokus dalam bidang ekonomi kreatif dan digital serta UMKM yang banyak melibatkan kalangan milenial.

RMD sosok visioner dalam memimpin. Setiap program dan kebijakannya memiliki landasan, alur, arah, dan target yang jelas. RMD memiliki pemahaman yang komprehensif kemana Lampung akan dibawa. Kemajuan seperti apa yang hendak di capai. Bukan membangun sekedar membangun, tapi membangun yang memiliki multiefek dalam menggenjot kemajuan.

Kelebihan lain yang dimiliki RMD untuk membuat lompatan kemajuan bagi Lampung adalah posisinya sebagai ketua dan keberhasilannya membawa Partai Gerindra Lampung menjadi pemenang Pileg tingkat provinsi plus memenangkan Prabowo-Gibran dengan perolehan suara nyaris 70 persen. Ini menjadi modal bagi RMD untuk mendapatkan perhatian lebih dalam anggaran dan program dari pemerintah pusat. Sebab mustahil membuat lompatan kemajuan dengan hanya mengandalkan APBD Lampung.

BACA JUGA:  Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Tamanuri Lakukan Kunjungan Kerja

Lampung sebagai miniatur Indonesia dengan keberagaman suku, agama, ras dan bahasa tentu membutuhkan memimpin berkarakter merangkul bukan memukul. Butuh pemimpin yang sejuk dan bertangan dingin. Bukan yang emosional apa lagi tempramental. Agar bisa memperkuat harmonisasi kehidupan dan kondusifitas keamanan demi kelancaran pembangunan. RMD adalah sosok pemimpin yang merangkul, berhati lembut dan minim konflik. Hampir tidak pernah terdengar RMD berkonflik dengan siapapun. Dengan yang lebih muda ia mengayomi, dengan yang tua ia hormat, dengan yang sebaya ia menghargai. Hampir tak ada resistensi terhadap RMD, semua kalangan menerima.

RMD bukan tipe manusia yang anti kritik, cuma mau didengar, dan reaksioner. Ia justu tipikal yang lebih banyak mendengar, tak suka menggurui dan selalu menyikapi masalah dengan kepala dingin. Itu juga yang menyebabkan RMD nyaris tak pernah berbicara kasar, emosional apa lagi tempramental terhadap orang lain.

Soal riligiusitas RMD tak perlu diragukan. Meski jarang diulas dan dipublis, tapi banyak yang tau bagaimana taatnya RMD dalam peribadahan dan keagamaan. Itu juga tercermin dari prilaku hidupnya yang sangat menghormati orang tua, berjiwa darmawan, dekat dengan para kiayi dan ulama.

Kriteria komplit RMD merupakan jawaban atas kebutuhan Lampung akan pemimpin yang mampu membawa lompatan kemajauan. Dan Pilgub 2024 adalah momentum emas bagi rakyat Lampung untuk memiliki pemimpin terbaik. Pada pilkada-pilkada sebelumnya belum pernah ada sosok pemimpin muda dengan kriteria yang komplit seperti RMD dan pada pilkada-pilkada sesudah 2024 nanti belum tentu ada lagi. Apa lagi di Pilkada 2024 jumlah pemilih muda lebih dari separuh jumlah pemilih. Peluang bagi generasi muda untuk memenangkan calon dari kalangannya sangat besar.

BACA JUGA:  MUSA AHMAD MELAKUKAN AUDIENSI BERSAMA DIREKTUR PEMULIHAN PENINGKATAN FISIK

Rakyat Lampung harus meninggalkan paradigma lama dalam menentukan dan memilih calon pemimpin. Pemimpin harus produktif usia dan kinerjanya, jangan lagi membebani orang yang sudah pensiun dengan kerja yang berat. Dan jangan lagi memilih calon boneka pemodal perusak demokrasi, karena sudah terbukti hanya menghasilkan pemimpin biasa-biasa saja, sementara kita butuh pemimpin muda yang luarbiasa…Wassalam. (*).

Facebook Comments