IPSI Lampung Pecat Sekertaris II, Edy Purnomo : Jika Untuk Kemajuan Organisasi Saya Legowo

0

Lampung — Edy Purnomo resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Sekretaris II Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Lampung. Pemberhentian ini diduga merupakan imbas dari sejumlah pernyataan kontroversial yang disampaikannya di beberapa media dalam beberapa waktu terakhir.

Saat dikonfirmasi terkait pencopotan dirinya, Edy Purnomo mengaku menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Ia menyatakan siap mundur jika hal itu dianggap dapat membawa kebaikan bagi organisasi.

“Kalau memang pemecatan ini demi kemajuan organisasi, saya ikhlas. Organisasi harus lebih besar dari kepentingan pribadi,” ujar Edy kepada wartawan, Jumat (18/7/2025).

Namun ketika disinggung apakah pemecatan ini berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan wewenang jabatan atau pelanggaran terhadap Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) organisasi, Edy enggan menjawab secara gamblang.

“Saya tidak ingin berspekulasi. Biar masyarakat yang menilai,” imbuhnya.

Klarifikasi Pengurus IPSI Lampung

Di tempat terpisah, Wakil Ketua I IPSI Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa pemberhentian Edy Purnomo merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh para pembina dan pengurus IPSI Lampung.

“Pemberhentian ini merupakan hasil dari penilaian objektif. Saudara Edy Purnomo dinilai telah mengabaikan semangat kebersamaan dan loyalitas terhadap organisasi dalam sejumlah kegiatan,” kata Wahrul, Kamis (17/7/2025).

Menurutnya, Edy beberapa kali tampil dalam forum publik dan media dengan pernyataan-pernyataan yang dinilai mendiskreditkan sesama pengurus, termasuk dugaan pencatutan nama Sekretaris Umum IPSI Lampung, Riagus Ria, tanpa seizin yang bersangkutan.

“Ada dugaan pencatutan nama saudara Sekum IPSI, yang tentu menimbulkan kegaduhan internal,” ungkapnya.

Wahrul menambahkan bahwa sebelum keputusan diambil, pihaknya telah memberikan ruang klarifikasi kepada Edy Purnomo. Namun yang bersangkutan tidak hadir maupun memberikan jawaban resmi.

BACA JUGA:  Atlit Biliar Carom Lampung Sumbang Emas Pertama

“Prosesnya sudah sesuai mekanisme organisasi. Kami sudah mengundang beliau untuk memberikan klarifikasi secara baik-baik, tapi tidak direspons hingga akhirnya keputusan kolektif diambil,” tegasnya.

Organisasi Harus Dijaga

Surat usulan pemberhentian Edy Purnomo disebut telah ditandatangani sejumlah pengurus sebagai bentuk sikap kolektif. IPSI Lampung, kata Wahrul, tetap menjunjung tinggi prinsip demokrasi internal dan membuka ruang kritik, namun harus disampaikan dengan cara yang membangun.

“Kami sangat menghargai kritik dan masukan, tapi tentunya harus dalam koridor etika dan menjaga solidaritas pengurus. Jangan sampai kritik justru berubah menjadi tindakan yang merusak kepercayaan internal,” pungkasnya.

Polemik ini menjadi perhatian publik, khususnya di kalangan pesilat dan pegiat olahraga di Lampung. Banyak yang berharap agar dinamika internal IPSI Lampung tidak mengganggu proses pembinaan atlet dan program kerja organisasi ke depan. (Red).

Facebook Comments