Bandar Lampung — Polemik dugaan proyek jalan lingkungan yang dikerjakan asal jadi di Kecamatan Bumi Kedamaian akhirnya mendapat tanggapan dari pihak pelaksana. Yudi, pelaksana lapangan yang bertanggung jawab atas pengerjaan tersebut, menepis tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa seluruh proses telah mengikuti prosedur teknis yang berlaku.
Yudi menjelaskan bahwa tahapan pembangunan, mulai dari perataan permukaan hingga proses pengaspalan, dilakukan sesuai standar konstruksi. Menurutnya, kondisi jalan yang sempat terlihat kurang rapi bukan disebabkan oleh kualitas pengerjaan, melainkan akibat adanya pengendara yang melintas saat aspal masih dalam proses pengeringan.
> “Pekerjaan kami tidak asal-asalan. Seluruh tahapan sudah sesuai petunjuk teknis. Kerusakan yang terlihat terjadi karena pengendara melintas sebelum aspal mengering sempurna,” ujar Yudi, Jumat (28/11/25).
Ia menambahkan, pada proyek pengaspalan, waktu pengeringan aspal sangat menentukan kualitas akhir. Karena itu, ia mengimbau masyarakat sekitar agar sementara waktu tidak melewati ruas jalan yang baru selesai dikerjakan.
> “Kalau aspal masih baru, idealnya memang tidak dilintasi dulu. Kami berharap warga ikut menjaga agar hasilnya maksimal,” tambahnya.
Pihak kecamatan dan kelurahan Bumi Kedamaian juga terlibat dalam proses pengawasan dan pemantauan pekerjaan tersebut. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar konstruksi yang ditetapkan.
Sebelumnya, proyek ini sempat menjadi sorotan publik lantaran tidak terlihatnya papan informasi anggaran dan munculnya dugaan bahwa kualitas pekerjaan kurang baik. Dengan klarifikasi ini, pihak pelaksana berharap masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih utuh terkait dinamika yang terjadi di lapangan.
Yudi memastikan pihaknya akan bertanggung jawab penuh apabila terdapat bagian jalan yang perlu diperbaiki dan berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai mutu yang telah ditentukan.
> “Kami siap melakukan perbaikan jika ada yang kurang. Yang jelas, pekerjaan dasarnya sudah sesuai standar,” tegasnya.
Pihak pelaksana juga kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melintasi jalan yang baru diaspal hingga kondisinya benar-benar siap digunakan demi menjaga kualitas hasil akhir.









