OJK Gelar Literasi Keuangan Indonesia Terdepan

0

Skalapost – Otoritas Jasa Keuangan terus berupaya mendorong
kemajuan UMKM antara lain melalui perluasan literasi keuangan secara berkelanjutan
kepada pelaku UMKM di berbagai daerah.

“UMKM adalah ujung tombak perekonomian. Di tengah dinamika perekonomian dunia
yang tidak menentu, perekonomian Indonesia tumbuh sangat baik di atas 5 persen, tapi
tentu harus terus menemukan sumber-sumber ekonomi baru. Salah satunya dengan
UMKM dan juga di daerah. Literasi keuangan sebagai pondasi pemberdayaan UMKM,”
kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan
Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya pada acara
Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like IT) ke-2 di Pontianak. Selasa, (29/08/23).

Friderica menyampaikan komitmen OJK untuk terus mendukung UMKM melalui
berbagai program dan kebijakan, antara lain mendorong UMKM memanfaatkan
pendanaan Pasar Modal melalui Securities Crowdfunding (SCF), serta bersama Tim
Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) menyediakan program kredit pembiayaan
melawan rentenir yang dikhususkan untuk UMKM dan perempuan pelaku UMKM.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa
Karbon OJK Inarno Djajadi dalam kesempatan yang sama menyampaikan sebagai salah
satu upaya mendukung kemajuan UMKM, OJK telah menerbitkan ketentuan mengenai
Securities Crowdfunding untuk memperoleh pendanaan melalui instrumen Pasar Modal.

“Pertumbuhan industri SCF saat ini juga cukup menggembirakan. Kami mencatat,
hingga saat ini total penghimpunan dana melalui SCF telah berhasil dimanfaatkan oleh
438 pelaku UMKM dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp947,70 miliar dari
159.158 investor melalui 16 platform penyelenggara SCF. Khusus di wilayah Kalimantan
Barat, kami mencatat hingga saat ini SCF telah dimanfaatkan oleh 1 pelaku UMKM
dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp1,05 miliar dari 284 investor,” kata Inarno.

BACA JUGA:  OJK Lampung Terus Jaga Stabilitas sektor jasa keuangan di Tengah Pandemi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu
RI), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam
Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FK-PPPK)
menyelenggarakan Like-IT yang akan berlangsung sebanyak tiga series di tahun 2023.

OJK bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menjadi tuan rumah untuk
penyelenggaraan Like IT series #2 yang mengusung tema “UMKM Maju, Investasi
Bertumbuh” di Aula Garuda Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak,
Senin.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap
pentingnya berinvestasi di dalam negeri baik melalui instrumen konvensional maupun
syariah serta memperluas akses dan pemanfaatan produk/layanan jasa keuangan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan
Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar
Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, Gubernur Kalimantan
Barat Sutarmidji dan perwakilan FK-PPPK serta Industri Jasa Keuangan hadir dalam
kegiatan tersebut yang juga diikuti lebih dari 500 peserta yang terdiri dari perempuan
pelaku UMKM dan mahasiswa di Kota Pontianak.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyampaikan dukungan
dan apresiasinya kepada OJK dan anggota FK-PPPK lainnya karena memiliki perhatian
yang tinggi atas upaya-upaya meningkatkan program literasi keuangan agar mampu
menjangkau masyarakat lebih luas lagi terutama pelaku UMKM, sehingga pandai
mengakses layanan di lembaga keuangan yang berizin di OJK serta menciptakan
multiplier effect yang lebih luas lagi tidak hanya mampu meningkatkan akses permodalan
tetapi juga dapat berkontribusi terhadap pembangunan perekonomian di wilayah
Kalimantan Barat.

“Inovasi-inovasi produk UMKM banyak, tinggal bagaimana masalah jangan sampai
Bapak Ibu pelaku usaha tidak paham akses permodalan, akibatnya Bapak Ibu pelaku
UMKM mendapat modal dari yang tidak legal dan tidak logis. Ini betul, dua hal ini harus
dipertimbangkan, jangan asal dapat modal,” kata Sutarmidji.

BACA JUGA:  OJK Menilai Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga

Rangkaian kegiatan Like IT series #2 di Kota Pontianak meliputi Talkshow Edukasi
Keuangan, Booth Bazaar UMKM dan juga pagelaran seni kearifan lokal.

Melalui penyelenggaraan program Like IT diharapkan mampu mendorong literasi
keuangan masyarakat, meningkatkan basis investor ritel, dan memperkuat
pengembangan sektor keuangan Indonesia.

Selanjutnya sebagai penutup rangkaian kegiatan Like IT tahun 2023, Kementerian
Keuangan akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Like IT Series #3 pada tanggal 7
September di Surabaya yang mengusung tema “Generasi Muda Indonesia, Cerdas
Berwirausaha dan Berinvestasi”.
*

Facebook Comments