Skalapost(sk)
Deli Serdang-Tanjung Morawa, Sungguh malang nasip bocah (12) ini, Gara-gara di tonjok oleh oknum guru karate di sekolah nya dan diduga diancam oleh pihak oknum guru disekolah sehingga bocah yang seharusnya belajar dan duduk di bangku sekolah kini putus sudah.
Sebut saja bocah malang ini Baron (12) nama disamarkan yang sempat duduk di bangku sekolah kelas VI SDN : 101878 tepat nya di Jln.Sultan Serdang Desa Buntu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa Kab. Deli Serdang Sumatera Utara. Sabtu (30/07/22)
Menurut Keterangan kedua orang tua yang beralamat di Desa Buntu Bedimbar Dusun XII Kecamatan Tanjung Morawa, Nuriana (48) Ibu korban dan M.Saudi (58) ayah korban, anak nya tidak mau sekolah karena takut dimarahi gurunya terutama kepala sekolah nya,”jelas Erni Boru Lubis.
“Kami sebagai orang tua kesel kali sama pihak sekolah, mulanya anak ku bermain disekolah bersama teman sekelasnya pada hari Sabtu 22 – 07 – 2022 yang lalu sekira pukul 10 pagi lah, namanya anak-anak lagi asik bermain lempar lemparan batu bijik melinjo, tampa disadari anaku ini mengambil batu bekas pecahan kecil tujuan mau melempar teman nya namun batu itu mengenai bagian belakang guru karate yang lagi melatih murid lainnya yang juga sekolah disitu”.
“Menurut pengaduan anak saya, batu nya kecil mengenai belakang nya lalu guru karate itu memanggil, hei sini kau, setelah anak saya mendekat guru karate memarahi nya dengan sebutan kata-kata binatang juga memaki-maki, baru di tinjunya kening anak saya, seperti yang pernah diberitakan sebelumnya.
Mendengar itu saya langsung datang kesekolah dan bertanya kepada guru termasuk kepala sekolah yang bernama EL, namun jawabannya sangat menyakitkan hati saya, sepertinya anak saya dibuli karena mereka tidak mengaku kalau anak saya di tinju (tumbuk) cuman diselentik, kalaulah memang diselentik kenapa sampek bendol sebesar telor ayam di kening, karena tidak dapat keterangan yang jelas maka saya pulang dan menanyak anak saya lagi.
Anak saya bercerita lagi sebelum pulang para guru sempat mengkompres benjolan yang ada di kening dan anak saya juga diancam, jangan ngadu ya sama siapa-siapa kalu kau di pukul, kalau kau sempat ngadu di keluarkan kau dari sekolah ini, itulah pengomongan anak saya saat saya tanyak.
Terkait kasus yang menimpa kepada seorang anak, Camat Tanjung Morawa Marianto Irawadi S.Sos.,saat dikonfirmasi melalui Via WhatsAPP, sanggat prihatin, kenapa bisa terjadi tidak sekolah lagi.
“Terimakasih atas imponya, secepatnya akan kita kordinasikan oleh pihak terkait, balasnya singkat, via WhatsApp kepada awak media.
Harapan kami semoga para guru disekolah itu terutama kepala sekolah nya untuk berbuat, agar anak saya kembali puluh semangat nya dan mau sekolah lagi,
“Jangan lah para guru itu datang kerumah saya hanya untuk beralasan agar dapat surat perdamaian (pernyataan damai) untuk kami tanda tangani agar kami tidak menuntut, seharus nya jangan lah masalah perjanjian dulu yang di bahas anak saya dulu di urus bagai mana supaya gembira dan mau bersekolah lagi,”ujarnya.(JS)









