BANDAR LAMPUNG – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menghadiri acara Ijtima’ Ulama dan Umara Lampung yang mengusung tema “Revitalisasi Peran Ulama dan Umara dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan Kepercayaan Publik.”
Kegiatan yang digelar di Ballroom Hotel Horison, Bandar Lampung, Senin–Selasa (8–9/9/2025) itu diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung. Tujuannya untuk mempererat tali silaturahim serta menyamakan persepsi antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program pembangunan di Provinsi Lampung.
Selain Ketua DPRD, hadir pula Ketua MUI Pusat KH Cholil Nafis, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Kapolda Lampung Helmy Santika.
Sekretaris Umum MUI Provinsi Lampung, H. Mansyur Hidayat, membacakan sembilan rekomendasi hasil Ijtima’ Ulama dan Umara Lampung, sebagai berikut:
1. Mendorong hubungan yang lebih erat, konstruktif, dan berkesinambungan antara ulama dan umara dalam merumuskan serta menjalankan kebijakan demi kemaslahatan umat dan bangsa.
2. Mengokohkan peran ulama sebagai penjaga moral, pemberi pencerahan, dan pengawal akhlak masyarakat agar senantiasa berpegang pada nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.
3. Menekankan pentingnya kepemimpinan yang amanah, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
4. Menguatkan komitmen kebangsaan serta mencegah segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan ujaran kebencian yang berpotensi merusak persatuan dan persaudaraan.
5. Mendorong ulama dan dai menyampaikan dakwah dengan pendekatan moderasi beragama yang meneduhkan, inklusif, dan relevan dengan dinamika masyarakat.
6. Mengembangkan program pendidikan berbasis nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, dan kearifan lokal, termasuk literasi digital untuk membentengi masyarakat dari hoaks dan fitnah.
7. Mendorong sinergi ulama dan umara dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat melalui pemberdayaan UMKM, zakat, infak, wakaf, ekonomi syariah, serta pengelolaan sumber daya halal.
8. Mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung program pembangunan yang berorientasi pada keadilan sosial, kesejahteraan, dan kelestarian lingkungan.
9. Menguatkan komitmen bersama bahwa ulama dan umara harus tampil sebagai teladan, menjaga integritas, serta mengutamakan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan. (*)









