PESAWARAN — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui penguatan skrining, penemuan kasus secara aktif, serta optimalisasi pelaporan dan pengobatan pasien.
Hingga Oktober 2026, capaian notifikasi kasus TBC di Provinsi Lampung baru mencapai 44 persen, masih jauh dari target nasional sebesar 90 persen.
Hal tersebut disampaikan Jihan saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) sekaligus sosialisasi Surat Edaran Gubernur Lampung tentang Pemanfaatan Website Peduli TB Lampung di Kantor Bupati Pesawaran, Selasa (20/10/2026).
Jihan menegaskan, percepatan penanggulangan TBC merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya tenaga kesehatan. Pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan dan desa harus berperan aktif dalam menemukan, melaporkan, dan memastikan pasien mendapatkan pengobatan.
Menurutnya, sisa waktu sekitar dua bulan hingga akhir 2026 harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan capaian penanggulangan TBC di Lampung.
Penguatan skrining dan penemuan kasus secara aktif menjadi langkah penting agar masyarakat yang terinfeksi dapat segera teridentifikasi dan memperoleh penanganan. Selain itu, ketepatan pelaporan diperlukan untuk memastikan data kasus mencerminkan kondisi di lapangan dan menjadi dasar penyusunan kebijakan.
Pemanfaatan website Peduli TB Lampung juga diharapkan mendukung integrasi pelaporan serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan program penanggulangan TBC.
Secara kesehatan masyarakat, penanggulangan TBC tidak cukup hanya berfokus pada pengobatan pasien yang telah terdiagnosis. Upaya tersebut harus berjalan beriringan dengan deteksi dini, pelacakan kontak erat, edukasi masyarakat, dan kepatuhan menjalani pengobatan hingga tuntas.
Dengan penguatan kolaborasi lintas sektor dan optimalisasi sistem pelaporan, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong seluruh kabupaten/kota meningkatkan kinerja penanggulangan TBC agar lebih banyak kasus dapat ditemukan dan pasien memperoleh layanan kesehatan yang tepat.
Peningkatan capaian tersebut diharapkan menjadi langkah konkret untuk menekan penularan TBC sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat di Provinsi Lampung. (Ril).









