Pasien Infeksi Otak Dari Tak Sadarkan Diri Hingga Bisa Tersenyum

0

Bandar Lampung – Kabar menggembirakan datang dari RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Seorang remaja berusia 15 tahun asal Kabupaten Tulang Bawang Barat yang sebelumnya dirawat dalam kondisi penurunan kesadaran berat akibat infeksi otak, kini menunjukkan perkembangan signifikan dalam proses pemulihannya. Selasa, (26/09/25).

Saat pertama kali masuk rumah sakit, pasien berada dalam keadaan kritis—tak sadarkan diri, tidak mampu bergerak, membuka mata, maupun memberikan respons verbal maupun motorik. Namun berkat penanganan intensif dari tim medis RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, bersama Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) dari Poliklinik Anak, dr. Roro Rukmini WL, Sp.A (K), Konsultan Neurologi Anak, kondisi pasien berangsur membaik.

“Setelah beberapa hari dalam kondisi penurunan kesadaran, saat ini pasien sudah mulai membuka mata secara spontan, merespons suara, bahkan menunjukkan ekspresi seperti tersenyum dan mengecap bibir. Ini merupakan kemajuan signifikan dalam proses pemulihan,” ujar dr. Roro Rukmini.

Kini pasien, yang diketahui bernama Suci, telah memasuki fase rawat jalan. Pemantauan dan terapi lanjutan akan terus dilakukan untuk memastikan pemulihan berjalan optimal.

Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Yusmaidi, menyampaikan bahwa kasus ini menjadi pengingat pentingnya penanganan cepat terhadap gejala infeksi otak, terutama pada anak-anak. “Tim medis kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar setiap pasien mendapatkan peluang pemulihan maksimal,” ungkapnya.

Pihak rumah sakit juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim medis, tenaga kesehatan, serta keluarga yang terus mendampingi Suci dalam proses pemulihan. “Dukungan keluarga dan ketekunan tim medis menjadi faktor penting dalam keberhasilan pemulihan pasien. Kami akan terus memantau kondisinya melalui rawat jalan dan terapi lanjutan,” tambahnya.

Selain itu, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala-gejala neurologis pada anak, yang bisa menjadi tanda awal infeksi otak. Deteksi dini dan penanganan cepat di fasilitas kesehatan sangat menentukan tingkat keberhasilan pengobatan. (red).

Facebook Comments
BACA JUGA:  Serangan Digital Merupakan Bentuk Kekerasan Terhadap Pers